Rabu, 01 Oktober 2014
cerita kita: coretan pena
cerita kita: coretan pena: Sendu Sayup-sayup mata ini memandang mentari pagi Secerah semangat ku kala mengingatat kenangan itu Harapan yang belum sepenuhn...
Kamis, 28 Agustus 2014
Rabu, 02 Juli 2014
Hidup adalah memahami siapa yang menciptakan kita untuk apa
untuk apa kita hidup dan kemana kita
akan kembali, masih banyak saudara kita yang belum sadar akan hal ini masih
banyak yang menyia-nyiakan waktu hanya untuk mendambakan sang idola sibuk
memperbaiki diri menyempunakan fisik padahal Allah telah menciptakan kita dalam
bentuk yang paling sempuran dan Allah melarang kita untuk merubah bentuk
ciptaanya itulah bukti rasa syukur kita terhadap sang khalik, masih banyak yang
belum sadar bahwa kita hidup di ahir zaman di mana orang banyak terjerumus
dalam kesesatan, kemaksiatan meraja lela, pembunuhan, pembantaian kaum muslimin
kasus kriminal menjadi sajian utama berita televiasi bahkan sexs bebas, sodomi
dan pelecehan seksual sudah hal yang lumrah dilakukan. Apa yang sebenarnya
terjadi di negri ini pemimpin ibarat menelan daging rakyat sendiri denga
korupsi berjamaah para oknum-oknum pejabat seakan saling berkuasa saling
membongkar tipu muslihat mereka hingga kita sulit membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk. Ketidak pedulian Negara terhadap bangsa ini lah yang menggugah
kaum muslimin berontak menuntut kebabasan yang sejak zaman dahulu bangsa ini
terus di jajah jka dulu kita di jajah secara fisik maka kita lihat sekarang
secara tidak sadar kita di jajah melalui pemikiran bukan idak banyak
orang-orang cerdas luar biasa d negri kita ini namun begitu mudahnya kita di
kuasai bangsa barat dengan bukti-bukti yang ada hasil pertanian,pertambangan,
yng melimpah semua dkuasai oleh pihak asing kita tidak dapat menikmati manis nya
berada di negri yanag subur. Bahkan yang akan dating perdagangan bebas akan
diberlakukan apa yang akan terjadi dengan bangsa kita yang berlandarka pancasia
dan UUD ini yag pada dasarnya undang-undang hanya prosedur belaka system
kapitalisme dan demokrasi yang gagal tidak sedikitpun Nampak kesejahteraan
rakyat kemiskinan di mana-mana penyakit menggrogoti bencana mengancam, sadar
lah bahwa Allah tlah member peringatan beruntun sudah masanya khilafah
menggantikan system demokrasi liberal
konyol ini dunia ini dan seluruh isinya termasuk Indonesia adalah milik Allah maka sudah sepantasnya Allah lah yang mengatur
segalanya dengan petujuk AL-QUR’AN HADIST beginlah jadi nya jika manusia
membuat aturan untuk manusia dengan mudahnya melanggar aturan yang dibuat sendiri
“aturan dibuat untuk dilanggar”
Selasa, 27 Mei 2014
Agen of change
Agen Of
Change
Keinginan untuk merubah
bukan lah hal yang sulit
Ketika kita melakukan dengan ikhlas
dengan tujuan mendapat ridho ilahi bahkan kita mendapat jalan dan petunjuk
seiring dengan usaha kita untuk merubah.
Satu cara untuk meninggalkan hal-hal
yang buruk bahkan kadang hati kita menolak keinginan dan nafsu yang cepat merambat menpengaruhi pola pokir
ke dalam hal-hal negative.
Karna hati adalah tuntutan yang
paling benar karna hati tau yang mana yang baik dan yang buruk dan hati lah
mahluk yang tak pernah berbohong. Fitrah nya seorang manusia yang sesungguhnya
memiliki ruh yang suci karunia allah swt dan allah menginginkan ruh kita
kembali ke hadapannya dalam keadaan suci pula jangan malah kita mengotori
dengan bermaksiat melakukan hal-hal keji dan sebagainya. Jika kita telah
melakukan kebodohan karna kehilafanm kita yang mampu diperdaya saitan maka
bersegeralah untuk bertaubat memohon ampun kepada sang pencipta yang senantiasa memberi maaf kepada hambanya
yang taubat dan jangan lah menunda apa yang telah kita ketahui. Sehina apapun
kita jika dengan besungguh-sungguh maka hidayah akan dating menghampiri member
jalan dan petunjuk yag benar.
Ya allah
Masih pantaskah aku bersujud kepadamu
Sedang aku berlumur dosa
Penuh hina
Aku yang yang lalai akan perintahmu
Dengan sengaja melupakan kewajibanku
Bebohong berhianat tanpa takut laknat
tak sekali aku melakukan zina
meskipun hanya berpandang mata
Bahkan mendekatinya saja dosa
Ya allah
Betapa malunya aku di cemooh karna
hijab panjangku
Tapi aku tak malu ketika mengumbar
aurat
Btapa bahagianya aku menggandeng pria
tapi aku malu jalan dengan orang tua ku
sendiri
berkata halus dengan orang lain
padahal kasar dengan ibuku sendiri
dan terlalu banyak hal-hal yang aku
ingkari
ya allah
ya tuhan ku yang maha penganpun
ampunilah aku
ya allah yang maha pengasih kasihilah
aku
ya allah yang maha penyanyang sayangi
dan lindungilah kedua orang tua ku
hanya kepadamulah aku memohon dan
berserah diri
dengan segala dosa
jauhkan lah aku dari jilatan api
neraka
yang tak mungkin mampu aku menahan
pedihnya
engkaulah penciptaku untuk beribadah
hanya kepadamu dan kebali di pangkuanmu
Sabtu, 24 Mei 2014
coretan pena
Sendu
Sayup-sayup mata ini memandang mentari pagi
Secerah semangat ku kala
mengingatat kenangan itu
Harapan yang belum sepenuhnya tercapai
Kini ku mencoba merangkai kembali cinta dan cita yang
sempat kau tolak
Menjadikan sebuah ikatan bukan lah hal mudah namun
keyakinan besar yang slalu
Mendorongku untuk terus bertahan d tengah genting keadaan batin ku
Pupus bahkan hanpir
tak berdaya seolah kau redup dari pandangan
Pengorbanan yang tak pernah menyerah hingga ahirnya kau
melihat peluh ini
Lelah rasa nya mengejar, berlari menggapai tahta yang
harus didapat dengapenuh perjuangan
Hingga ahirnya aku berada pada titik jenuh dan keajaiban
hadir di hadapan ku seketika itu juga
Kini harapan itu menjadi sebuah melodi berirama yang
mampu memnghadirkan nyayian indah di setiap langkah kaki ini beririnag dengan
pelangi yang seolah turut member warna
Gejolak batin yang kian membara mampu membuat ku bertahan
dalam keadaan apapun
Bahka di saat aku harus terbang jauh dari pandangan mata
Hati ini tak mungkin berdusta
Tterserah apa yang sebenarnya terjadi yang pasti aku merasa kaulah kamuku
Sejak hadirnya kenyamanan karna itu lah naruni wanita
yang memeang eharusnya kau junjung tinggi
Langganan:
Postingan (Atom)